Monday, June 14, 2010

Penampakan Prajurit Keraton di Lokasi Kecelakaan

naputra  |  at  2:18 PM  | 1 comment

KECELAKAAN maut karambol yang melibatkan 9 mobil roda empat dan sebuah kendaraan roda dua di ruas jalan Perintis Kemerdekaan, Banyumanik Semarang, Minggu pagi (13/6) yang menewaskan 6 orang dan 4 orang luka ini adalah kecelakaan paling parah selama tahun dua tahun terakhir ini.


Jalur ini adalah jalur paling padat yang ada di kota Semarang, setelah jalan Siliwangi (bundaran Kalibanteng), karena merupakan jalan utama Semarang - Solo. Kondisi selalu ramai karena di sana terdapat Pasar Banyumanik dan sub terminal yang disinggahi bus bus luar kota maupun kendaraan angkutan kota. Karena seringnya terjadi kecelakaan besar dan ringan, jalur maut itu sering dianggap "wingit" atau angker.

Kondisi jalan yang menurun, menyebabkan banyak terjadi kecelakaan yang sering dialami oleh kendaraan besar seperti truk dan bus. "Kasus yang ada di kepolisian yang kami catat, paling sering adalah kecelakaan akibat rem blong," kata AKP Retno Yuliasih Kasatlantas Polres Semarang Selatan. Pernah, beberapa anggotanya kucar-kacir keluar dari pos polisi menyelamatkan diri ketika sebuah truk rem blong menyeruduk bangunan pos polisi di depan terminal.

Di Semarang pada tahun 80 an, kasus kecelakaan rem blong sering terjadi di jalur maut Gombel, tapi setelah dibangun jalan tol, yang mengharuskan truk dan bus lawat tol, tidak sejak itu tak pernah terjadi lagi kecelakaan akibat rem blong.

Cerita tahayul.

Menurut Henri, salah seorang penduduk setempat, beberapa kejadian kecelakaan di turunan depan terminal Banyukmanik ini sudah seperti bisa diprediksi kejadiannya, "Masyarakat sekitar sini sudah seperti niteni, paling sering memang sekitar bulan Mei atau Juni tua tahunnya," kata Henri.

Menurut dia, setahun lalu terjadi kecelakan serupa yang melibatkan 3 buah truk besar, tetapi tidak ada korban jiwa kecuali luka ringan dan parah. Hahkan, cerita Henri, dia sendiri pernah menjadi korban tersambar truk yang mengalami rem blong, sehingga dia menderita gegarotak dan tak sadarkan diri.

Seringnya terjadi kecelakaan di depan sub terminal Banyumanik, menyebabkan masyarakat sekitar menyebutnya jalan itu sebagai jalur maut. Hal itu menyebabkan muncul cerita-cerita tahayul yang tak jarang masyarakat sekitar mempercayainya.

Bahkan cerita Adi Gendut, warga setempat, seminggu sebelum terjadi kecelakaan karambol yang menewaskan 6 orang itu, ada seorang yang pada suatu malam seolah melihat serombongan prajurit kuna yang berpakaian keraton (kerajaan, red) berjalan beriringan sambil membawa tandu dari arah Watugong, Banyumanik berbelok ke kanan ke arah jalan Karangrejo. "Apakah penampakan ini sebagai firasat buruk, walahualam," cerita Adi karena pamandangan itu sangat mustahil terjadi. Serombongan prajurit berpakaian keraton berada di jalan raya.

sumber :http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/layar/2010/06/13/550/Penampakan-Prajurit-Keraton-di-Lokasi-Kecelakaan

Tags:
About the Author

Write admin description here..

1 comment:

Mohon Beri Komentar jika anda menyukainya

Copyright © 2013 FORBIANA. WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
Blogger template. Proudly Powered by Blogger.